RENUNGAN WAKTU

RENUNGAN WAKTU


Hak Cipta dilindungi Undanng-Undang
Hak Penerbit pada : Harian Transparan News
Dicetak Oleh : Harian Transparan News
Volume : I ( Perdana)
Disusun Oleh : Musryadanta
Editor : Putra Zulfirman
Penyunting : Khairul, A
Desine Sampul : Musryadanta
Setting Layout : M. Iqbal Kusuma
Email : musryadanta@gmail.com
Website : www.salamindonesia.wordpress.com

KATA PENGANTAR

Sesungguhnya segala sanjungan milik Allah, kita memujiNya, memohon pertolonga, ampunan dan bertobat padaNya, kita berlindung kepada Allah dari pada kejahatan jiwa dan keburukan amalan – amalan kita. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada penutup segala Naba (Muhammad SAW) kepada keluarganya dan sahabatnya.

Disela – sela kesibukan, akhirnya penulis mulai mencoba menyusun segala dinamika yang tersirat dalam kehidupan. Namun, harus penulis akui bahwa penulis masih sangat lemah dalam menyusun kata-kata dan bahasa.

Untuk itu, segala bentuk kekurangan dan kejanggalan, itu adalah datang dari kebodohan penulis sendiri dan mengingat penulis juga masih berada pada tahap pembelajaran.

Sehubungan hal tersebut diatas, maka penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun demi perbaikan pada masa yang akan datang.

Penulis

Hal. 1
RENUNGAN WAKTU

Dalam mahkluk sejenis manusia adalah yang sempurna dengan akal, pikiran dan tujuan. Manusia hidup untuk bercocok tanam ketakwaan. Manusia hidup untuk beribadah dan bertanggungjawab dari setiap gerak akal dan pikiran. Dosa menggoyahkan manusia apabila ia salah melangkah dalam mengarungi perantauannya di dunia yang hanya sementara. Akhirat adalah alam nyata yang akan menuntut manusia semua manusia dalam setiap himpunan pahala dan dosa semasa di dunia.

Saudaraku, kita punya hati, hati punya mata, kita punya mata hati. Dan nafsu takkan pernah berhenti, demikian pula hati yang selalu mematakan hati walau tak semata-mata untuk dihati. Dimata hanya mata, dihati mata hati. Nafsu akan membutakan mata apabila ia tak terkendali dan dosa menutupi hati apabila kita selalu ingkar dari setiap perintah dan larangan Ilahi. Kenapa kita tidak selalu berhati-hati?

Dalam rotasi waktu yang semakin lamban berputar, dunia terus mengalami berbagai macam perubahan. Ketahuilah, perubahan dunia adalah petunjuk bagi manusia untuk melangkah kedepan. Kini dunia berubah semakin tajam dan kini semakin tajam pula para manusia menuju alam bawah sadar, tidak sadar dalam melangkah menguburi kewajiban ibadah dan melahirkan dosa kemaksiatan. “Astghfirullah”.

RENUNGAN WAKTU. Sesuai langkah kehidupan, menikamati hidup dalam pelbagai aneka suka dan rintangan. Kenapa manusia harus menerima rintangan? Tentunya engkau tidak akan menjawab kalau ini semua adalah ujian dan cobaan. Tuhan Maha Besar, Maha Pencipta, Maha Mengetahui dan Maha segalanya diatas segalanya jadi, Tuhan tidak perlu menguji manusia atau mengetes manusia untuk melihat sejauh mana manusia itu bertakwa. Akan tetapi itu semua adalah bencana atau musibah atas dosa yang telah kita buat dan kita pertanggungjawabkan. Ingatlah wahai manusia Tuhan tidak perlu menguji manusia karena Tuhan Maha Besar, Maha Pencipta, Maha Mengetahui dan Maha segalanya diatas segalanya.

Renungkanlah wahai manusia, sejauh mana kita telah melangkah dalam dosa? Sejauh mana kita telah menekuni keimanan dan bertakwa? Bumi kini telah berusia renta dan dalam waktu yang tidak lama bumi akan bumi akan binasa, waktu berhenti dalam putaran roda kehidupannya dan kehidupanpun terlepas punca.

RENUNGAN WAKTU. Selama dapat kita rasa dan diraba, waktu adalah sumber dari cepat lambatnya dari segala yang dapat dirasa dan diraba. Waktu adalah penantian, waktu adalah nafasnya dunia. Semenjak lahir, semenjak manusia hadir kedunia, waktu telah berbisik “ ketahuilah wahai kehidupan, aku tidak selamanya akan menekuni setiap ayunan nafasmu, gerak langkahmu dan pertambahan usia-usiamu. Kenapa…? Kiamat itu ada, kiamat itu nyata dan kiamat akan manuntut kapan saat tiba masanya dan waktu tidak dapat mengelak dan berlari. Wahai kehidupan, kian hari waktu kian cepat berjalan, kehancuran kian mendekat, detikpun kian habis. Untuk itu, dengarlah wahai sang kehidupan, tatkala enkau melepaskan waktu, engkau harus menekuni setiap langkah yang digerakkan, engaku harus meyakini bahwa itu adalah gerak kebenaran. Ingatlah wahai kehidupan, akhirat adalah tempatmu tatkala engkau dikembalikan, akhirat adalah tempatmu untuk menuntut segala dosa dan ibadah yang telah enkau kerjakan. Dunia hanya titipan, dunia hanyalah tempatmu untuk bercocok tanam ketakwaan. Dengarlah wahai sang kehidupan, waktu akan tetap terus berjalan dan waktu tetap akan berhenti dan padam. Ingatlah wahai sang kehidupan”.

RENUNGAN WAKTU. Disaat tubuh tergelimang dosa dan cakrawala sangka yan tersobek-sobek, maka langkah akan terasa begitu berat untuk bergerak, dada terasa penuh beban dan jantung terasa begitu lemah berdetak. Manusia akan merasakannya…!!! Ketahuilah wahai kehidupan, saat kita mengenang nasib yang tercabik-cabik dosa, hidup seakan ingin berhenti, mengenang cikar-cikar lankah yang bergerak, kaki seakan ingin berontak dan berhenti. Kenapa semua ini harus terjadi?? Tidak ada yang dapat menjawab. Tidak ada kamus yang tahu makna langkah masa depan.

Ketahuilah saudaraku, sejauh apapun tubuh berlari, sejauh apapun mata memandang beban selalu hadir disetiap sudut. Bisikannya membuat kita resah, pandangannya membuat kita lemah dan gerakannya membuat kita menangis darah. Kemana kita harus pergi? Mati bunuh diri dikutuk Ilahi, di dunia mendapat caci maki, diakhirat mendapat siksa pedih Ilahi.

RENUNGAN WAKTU. Waktu selalu berpedar pada porosnya, tak terkurangi juga tak terlebihkan hanya saja dalam perpedaran waktu itu kita terus menghamburkanya dengan sia-sia………..

Nantikan selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: