545TR4 ANAK B4N954

SASTRA ANAK BANGSA

Hak Cipta dilindungi Undanng-Undang
Hak Penerbit pada : Harian Transparan News
Dicetak Oleh : Sanggar Monisa
Volume : I ( Perdana)
Disusun Oleh : Musryadanta
Editor : M. Iqbal Kusuma
Penyunting : Firman
Desine Sampul : Musryadanta
Setting Layout : M. Iqbal Kusuma
Email : musryadanta@gmail.com
Website : www.salamindonesia.wordpress.com

KATA PENGANTAR

Sesungguhnya segala sanjungan milik Allah, kita memujiNya, memohon pertolonga, ampunan dan bertobat padaNya, kita berlindung kepada Allah dari pada kejahatan jiwa dan keburukan amalan – amalan kita. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada penutup segala Naba (Muhammad SAW) kepada keluarganya dan sahabatnya.

Disela – sela kesibukan, akhirnya penulis mulai mencoba membuka arsip lama untuk mengumpulkan sajak – sajak dan puisi penulis kembali. Harus penulis akui bahwa penulis sangat lemah dalam memelihara dokumentasi. Sebagai akibatnya, sajak – sajak dan puisi – puisi yang penulis cari banyak yang raib dalam catatan. Sekarang penulis menanggung penyesalan.

Mulai sejak tahun 2004 penulis menyusun berbagai puisi, artikel sosial dan beberapa esai yang mengisahkan tentang berbagai aspek.

Sehubungan hal tersebut diatas, sudah selayaknya penulis merangkaikan kesemuanya dalam satu buku, dengan harapan semoga penulis dapat menggambarkan kepada setiap pembaca tentang aroma kehidupan yang penulis susun dalam buku “SASTRA ANAK BANGSA”. Selain itu, pada kesempatan berikutnya penulis juga bermaksud untuk mengorbitkan buku kedua yang berperan mengenai dinamika kehidupan manusia dengan tema “RENUNGAN ANAK MANUSIA”.

Dalam rangkaian sastra ini memang penulis banyak mengalami himpitan dari berbagai unsur keadaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari setiap pembaca demi perbaikan dimasa yang akan datang. Meski demikian mengharapkan rangkaian sastra ini dapat menjadi gambaran secara kasar.

JABATLAH KEDAMAIAN
DI ACEH

Dapatkah kami rasakan
kedamaian untuk bangsa kami
keadilan untuk bangsa kami

Kami rindu akan damai
kami rindu akan tentram
kami tak ingin lagi bangsa kami hancur

Wahai … Pahlawan bangsa
berilah kami kedamaian
berikan kami ketenangan
dari rasa ketidak adilan

jangan kau pikulkan kami akan bebanmu
berilah kami kebebasan
bangsaku …
kami rakyatmu
kami tak ingin lagi melihat …
mendengar …
akan perang dan kematian

24042006

FORMALIN

Kala ilmuan mencemati
Lauk pauk yang di jual
Mereka kutip unsur – unsur
Yang tak layak di pakai
Itu berbahaya.

Syahdan hal itu ketahuan

Lepas dari kaku ku
Aku kontan terpeleset ke meja tulis
Dengan murka
Aku menulis surat kepada penguasa
Jangan kotori makanan kami
Dengan pengawet yang nista
Jangan kau desahkan kesehatan kami
Yang dianugrahi sang pencipta

Hidup kita adalah kepedihan
Jangan kau tambah
Dengan tetesan yang rajim

Usah di buat harapan kami
Menjadi kata yang tak kau mengerti

Kami tetap akan kembali
Kami tidaj akan membenci
Kami hanya tak mengerti
Apa yang telah kau beri
Dalam setiap lauk pauk kami !

Jangan ulangi lagi !!!

19072007
ACEH NIAS

Semangat membangun
berkiprah di tanah air dengan gagah
mereka menuai negri tercinta

Oh penguasa …
jangan biarkan
Aceh bangkit dengan air mata
Jangan biarkan
Nias mengutip tangis
Dari sendu yang tertawa.

Penguasa …
Usah dibuat
Harapan mereka bagai bintang
Di satu waktu ia terang
Hingga tak lama ia menghilang

Aceh Nias
Bangkitlah …
Bangkitlah …
Kini rakyatmu mempunyai sejuta harapan.

Oh penguasa …
Bantulah mereka dengan jasamu
Bantulah mereka dengan hakmu
Jangan kau menatap hanya seujung mata
Jangan kau diam tanpa suara
Himpunlah SPP mereka
dan jangan di telantarkan …

30122004

KEDAMAIAN

Jemari mayang melambai tenang
Seakan menunjuk dengan seribu tangan
Lewat sela-sela ketiak sendalu

Semerbak mayang
Menebar aroma kepuasan
Mengabari kepada sejuta manusia
Bahwa hidup telah damai

Ombak melambai tenang
Menemani senja yang hampir tenggelam
Disana berdiri sefigur lancing
Menatap senja dengan kemerahannya
Bersama awan jingga dan burung-burung
Mengibarkan kelopak pulang kesangkar

Aduhai…!
Kini hidup telah damai
Tak ada lagi bau amis darah para pejuang
Tak ada lagi teriakan duka
Dari setiap ledakan sensata
Dan tusukan belati pejuang

Aduhai….!!
Kini hidup telah damai.

19032008
Untuk mendownload silahkan klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: